Suka Menunda Pekerjaan? Bisa Jadi Itu Tanda Kecemasan Kerja
Ilustrasi: stres saat bekerja (Foto: Elisa Ventur / Unsplash)
Kebiasaan menunda pekerjaan sering dicap sebagai tanda malas. Padahal, menurut para ahli kesehatan mental, perilaku ini bisa menjadi salah satu gejala kecemasan kerja yang paling umum dialami karyawan.
Psikolog klinis Cathy Ranieri menjelaskan, ketika seseorang merasa kewalahan, kebanyakan beban kerja, atau gugup menghadapi tugas tertentu, sistem sarafnya dapat menganggap situasi tersebut sebagai ancaman. Pada sebagian orang, kondisi ini memicu respons melawan atau menghindar, dan salah satu wujudnya adalah menunda pekerjaan.
Pekerja sosial klinis asal Florida, Jordan White, menambahkan bahwa orang yang cemas cenderung menghindari tugas yang membuat mereka khawatir. Mengerjakan tugas itu terasa sangat berat, sehingga menundanya menjadi cara singkat untuk meredakan rasa tidak nyaman.
Sayangnya, strategi bertahan ini tidak menyelesaikan masalah. Tugas dan tanggung jawab tetap menumpuk, tenggat semakin dekat, dan pada akhirnya stres serta kecemasan justru bertambah besar. Siklus ini bisa terus berulang jika tidak disadari sejak awal.
Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba untuk memutus siklus tersebut. Salah satunya adalah menyusun jadwal kerja harian untuk satu pekan ke depan, sehingga tugas besar bisa dipecah menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikerjakan. Selain itu, sempatkan beristirahat sejenak dari rutinitas agar pikiran kembali segar. Jika kecemasan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, berkonsultasi dengan psikolog bisa menjadi pilihan yang tepat.
Sumber: CNN Indonesia
Komentar (0)
Tulis Komentar